Fasisme dikenal sebagai sebuah ideologi yang muncul dan berkembang di abad ke-20. Namun akar ideologi ini, yang mengagung-agungkan perang dan kekerasan, ternyata berasal dari masa lampau, tepatnya Sparta. Ideologi ini menyebar cepat ke seluruh dunia pasca Perang Dunia I, dengan penguasa fasis yang meraih kekuasaan di Jerman dan Italia khususnya, tapi juga di negara-negara seperti Spanyol dan Jepang. Disebabkan oleh fasisme, masyarakat di negara-negara ini sangat menderita dan menjadi korban kekejaman yang mengerikan. Dalam film ini, Anda akan mengkaji asal usul ideologi fasis yang berdiri di atas kebudayaan pagan (penyembah berhala), serta hubungannya dengan teori evolusi Darwin, yang telah menjadi landasan berpijak berbagai ideologi biadab di seluruh dunia, dari abad ke-19 hingga kini.
Setiap hari, seberapa seringkah Anda harus mengingat-ingat sesuatu agar tidak lalai mengerjakannya? Sejak bangun tidur, banyak hal memenuhi kepala Anda. Mungkin Anda membuat catatan agar tidak melupakan semua hal itu. Terkadang, rasa was-was akan kemungkinan melupakannya pun membuat khawatir... Lantas apa jadinya jika ternyata Anda telah melupakan sesuatu yang jauh lebih penting dari segala hal lain dalam keseharian hidup Anda? Film ini mengingatkan Anda tentang hal yang jauh lebih penting dalam hidup Anda tersebut. Jangan pernah lupa, melalaikan hal-hal yang diingatkan dalam film ini akan berakibat kerugian yang jauh lebih besar daripada melupakan apa yang setiap hari selalu berusaha Anda ingat agar dikerjakan, tak menjadi soal seberapa penting hal tersebut.
Sepanjang sejarah umat manusia, komunisme telah meninggalkan lembaran-lembaran hitam penuh genangan darah dan deraian air mata. Film ini menyingkap kekejaman biadab kaum komunis Cina terhadap penduduk suku Turki di Turkistan Timur, ladang-ladang pembantaian di Kamboja, warga minoritas Muslim di Kamboja yang menjadi sasaran kekejian, serta generasi tahun 1960-an di dunia Barat yang terjerumus ke dalam ideologi komunis.
Tahukah Anda bahwa arsitektur menara Eiffel terilhami oleh tulang paha, yakni tulang teringan dan terkuat dalam tubuh manusia? Ini hanyalah satu dari sejumlah contoh dalam film ini yang akan kami paparkan kepada Anda. Di mana pun, setiap makhluk hidup, dari tumbuhan hingga hewan, di daratan dan di lautan, dilengkapi dengan sifat dan ciri yang mengagumkan. Teknologi yang diyakini sebagai buah karya cipta manusia semata ternyata sudah lebih dulu ada di alam. Film ini bertujuan memaparkan fakta ini dan mengingatkan betapa kelirunya manusia yang merasa sombong atas hasil karya mereka.
Dalam kurun waktu satu setengah abad semenjak masa Darwin, kemajuan besar telah dicapai di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Para ilmuwan telah menemukan bentuk, rancangan dan seluk-beluk sel. Mereka menyaksikan dengan keterkejutan, keheranan dan kekaguman bahwa sel ternyata memiliki sistem yang sedemikian rumitnya sehingga mustahil dapat dibayangkan di masa Darwin. Film dokumenter yang sangat menarik ini mengungkap rancangan di dalam sel, dengan menggunakan animasi gambar komputer.
Film dokumenter ini menampilkan satu sisi dari teori evolusi yang hingga kini masih tersembunyi. Film ini menyingkap kaitan ideologis antara Darwinisme dan ideologi penindas seperti fasisme dan komunisme. Anda akan menyaksikan dampak penerapan paham Darwinisme di ladang-ladang pembantaian Hitler, Stalin atau Mao.
Sekali lagi Tupi dan Ping-ping mengalami petualangan yang sangat mengesankan. Apaan sih….? Rupanya mereka bertemu ikan Salmon yang akan pergi kembali ke kampung halamannya. Selain itu, mereka bertemu serangga yang dapat berubah bentuk, yaitu Ulat dan Kupu-kupu. Eh, yang tidak terduga, mereka berjumpa anak burung yang dulu pernah mereka tolong. Tapi kali ini Tupi dan Ping-ping yang ditolong. Memang ada apa sih dengan Tupi dan Ping-ping?
Dapatkah seseorang menghabiskan seluruh waktunya untuk mengabdi kepada Allah? Bagaimanakah mewujudkan kecintaan kepada Allah? Apakah makna dari mendekatkan diri kepada Allah? Mengapa seseorang tidak dapat meraih kebahagiaan jika tidak menjalani hidup sesuai tuntunan agama? Sampai kapankah seseorang hendaknya berakhlak mulia dan beramal baik? Bagaimanakah sikap seseorang menghadapi orang sombong? Haruskah kaum beriman bersifat pemarah? Untuk memahami jawaban atas pertanyaan ini dan selainnya, saksikan film ini, yang terdiri dari tiga bagian, dan berisi pertanyaan-pertanyaan singkat serta jawabannya yang jelas.
Tupi dan ping melanjutkan petualangannya. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan berang-berang, lebah madu dan rayap yang sedang membangun rumahnya masing-masing. Setelah mereka perhatikan dengan teliti ternyata rumah yang dibangun seolah direncanakan dan diperhitungkan sebagaimana arsitektur buatan manusia. Semua itu dapat mereka wujudkan karena ilmu dari Allah yang menciptakan mereka.
Sepanjang sejarah orang-orang sombong telah menggiring jutaan manusia ke lembah penderitaan bersama diri mereka sendiri. Di masa kini pun, kesombongan masih saja menimpakan dunia kegelapan terhadap tak terhingga manusia. Penduduk dunia gelap ini hidup tanpa ketulusan. Mereka gemar menyombongkan diri, dan satu-satunya yang mereka inginkan adalah pujian dari orang lain dan menjadi titik pusat perhatian. Di mana pun mereka berada, mereka berkeyakinan bahwa merekalah manusia yang terbaik, paling menarik dan paling berhasil yang pernah ada. Mereka berupaya agar hal ini tampak dengan segala cara. Keadaan pemikiran ini tercermin dalam perilaku mereka.
Sepanjang sejarah dunia, beragam peradaban tumbuh berkembang, berkuasa selama beberapa masa, dan kemudian surut tatkala akhir kejayaan mereka tiba. Meski memiliki kekuasaan yang hebat dan harta benda yang berlimpah, pada akhirnya mereka pun musnah dari muka bumi. Dalam film ini, kita akan mengkaji kaum-kaum yang hidup di masa lalu yang dihancurkan karena keingkaran mereka terhadap Allah. Mereka adalah kaum ‘Aad, kaum Luth dan penduduk kota Pompeii.http://207.44.240.34/files/video/resimler/perished_ar.jpg
Ketika mengkaji dunia makhluk hidup, akan kita temukan contoh-contoh amat menakjubkan tentang “teknologi”. Dalam tubuh seekor serangga mungil atau pada permukaan suatu tumbuhan terdapat perangkat mengejutkan yang dirancang dengan kecermatan luar biasa. Semua ini menunjukkan bahwa terdapat ”perancangan” sempurna pada tubuh makhluk hidup. Mustahil rancangan ini tiba-tiba saja terbentuk dengan sendirinya tanpa sengaja diciptakan, dengan kata lain muncul menjadi ada ”secara kebetulan” sebagaimana dinyatakan oleh teori evolusi Darwin. Jelaslah bahwa makhluk hidup ini diciptakan oleh Pencipta yang memiliki kekuasaan atas seluruh alam kehidupan.
Film ini adalah kisah tentang diri Anda. Bagaimana Anda tercipta dari setetes cairan? Bagaimana tubuh Anda dengan sangat hati-hati dirancang, dibentuk, diberi makanan dan dibesarkan dalam rahim ibu Anda? Ketika menyaksikan rancangan, perencanaan dan seluk beluk rumit menakjubkan dalam setiap rincian tahapan yang membentuk keberadaan diri Anda, akan timbul dalam kesadaran Anda bahwa ini semua mustahil digerakkan oleh kekuatan alam yang bekerja tanpa sengaja, kehendak, arah dan tujuan. Ini adalah karya cipta Pencipta Yang Maha Mengetahui dan Mahaperkasa.
Sekali lagi Tupi dan Ping-ping mengalami petualangan yang sangat mengesankan. Apaan sih….? Rupanya mereka bertemu ikan Salmon yang akan pergi kembali ke kampung halamannya. Selain itu, mereka bertemu serangga yang dapat berubah bentuk, yaitu Ulat dan Kupu-kupu. Eh, yang tidak terduga, mereka berjumpa anak burung yang dulu pernah mereka tolong. Tapi kali ini Tupi dan Ping-ping yang ditolong. Memang ada apa sih dengan Tupi dan Ping-ping?
Manusia berhubungan dengan alam semesta hanya melalui pancaindra mereka. Tak seorang pun yang dapat mencapai wujud ”dunia luar” yang sesungguhnya, melebihi dari yang dapat dirasakan oleh indranya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa dunia ini tidaklah berbeda dari apa yang kita rasakan melalui indra itu? Film ini mengajak Anda merenungkan pertanyaan penting ini. Saat Anda menyaksikan film ini, akan Anda pahami betapa paham materialis telah keliru karena mengingkari keberadaan Allah dengan menganggap bahwa keberadaan materi bersifat mutlak. Film ini didasarkan atas buku “Timelessness and the Reality of Fate” (”Ketiadaan Waktu dan Hakikat Takdir”) karya Harun Yahya.
Suatu hari Anda membuka mata Anda dan menemukan diri Anda sendiri di tengah-tengah beragam kenikmatan yang berlimpah… Renungkanlah tentang segala sesuatu yang Allah karuniakan kepada Anda. Di setiap bagian terkecil dari alam semesta ini, di situlah Allah menyadarkan kita akan keberadaan-Nya. Film ini mengajak Anda memikirkan secara mendalam tentang jagat raya dan makhluk hidup, dan memahami bagaimana semua hal tersebut telah diciptakan secara sempurna, tanpa cela. Dengan memperlihatkan beberapa dari tanda-tanda kebesaran Allah yang tak terhitung jumlahnya di alam, film ini bertujuan mengarahkan Anda berpikir tentang kekuasaan dan pengetahuan Allah atas segala sesuatu.
Kehidupan Nabi Isa (Yesus) penuh dengan mukjizat sebagaimana difirmankan Allah, sejak lahirnya hingga kenaikannya kepada Allah. Ada satu mukjizat lagi yang akan terjadi; yakni mukjizat yang ditunggu-tunggu kedatangannya dengan tidak sabar oleh kaum beriman dari dua agama wahyu terkemuka, yakni: Kedatangan Nabi Isa yang kedua di Bumi.
Pernahkah Anda berpikir, bagaimana rasanya hidup di dunia tanpa warna? Anda tidak akan pernah mendambakan hidup di dunia seperti itu, bukan? Saksikan film dokumenter ini untuk memahami bagaimana warna yang menjadikan dunia kita luar biasa indahnya ini muncul menjadi ada, dan siapa di balik rancangan dan keserasian warna-warni itu.
Nabi yang seringkali disebut sebagai panutan di dalam Al Qur’an adalah Nabi Musa (as), namanya muncul dalam 34 surat yang berbeda. Kita dapat menemukan banyak informasi tentang kehidupan Nabi Musa dalam tiga surat terpanjang (Al A’raaf, Thaa Haa dan Al Qashas). Seluruh surat dan ayat ini memberikan kisah rinci tentang berbagai kesulitannya dalam menghadapi Fir’aun, masa kecilnya, perilaku buruk kaumnya dan perjuangannya menyampaikan risalah kepada mereka. Keberaniaannya yang pantang surut menghadapi kesulitan yang teramat besar dikisahkan sebagai teladan bagi manusia. Dalam film ini kita akan mengkaji kehidupan Nabi Musa (as) sebagaimana dipaparkan Al Qur’an, termasuk sejumlah peristiwa yang dilaluinya. Pada intinya, beragam peristiwa dalam kehidupan Nabi Musa tidak sepatutnya dianggap hanya sebagai peristiwa masa lampau, melainkan sebagai kejadian dan teladan yang menerangi kehidupan kita sendiri di masa kini.
Film yang diproduksi oleh Science Research Foundation, sebuah lembaga Harun Yahya, ini menampilkan tanggapan dan kecaman dari kaum Muslimin terhadap terorisme. Diawali dengan peristiwa 11 September, film ini memaparkan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan merupakan dosa besar menurut agama. Ditegaskan pula bahwa terorisme adalah sifat asli ideologi sekuler seperti komunisme, fasisme, dan rasisme. Sebaliknya, seluruh agama wahyu – Islam, Nasrani dan Yahudi – menentang terorisme. Semua agama tersebut bertujuan utama mewujudkan perdamaian dan persaudaraan antarmanusia.